About Us

Youth Proactive adalah sebuah inisiatif untuk mendorong keterlibatan aktif anak muda Indonesia di gerakan sosial politik. Isu dan konten yang dipelajari dan diimplementasikan bersama ialah demokrasi, kemanusiaan dan juga antikorupsi.
Inisiatif ini didasari dari masih buruknya kondisi sosial politik di Indonesia. Kualitas demokrasi yang menurun (dari indikator sepenuhnya bebas menjadi sebagian bebas menurut Freedom House),  komitmen terhadap kemanusiaan yang belum nyata (belum ada kasus HAM berat yg diselesaikan oleh pemerintah), serta fakta bahwa korupsi yang masih menggurita (Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yg dirilis Transparency International berada di bawah rata-rata skor dunia).
Youth Proactive bertransformasi dari komunitas (sejak akhir 2012) menjadi wadah perkumpulan berbadan hukum (sejak akhir 2018) untuk memperbesar jangkauan dan peran untuk berkolaborasi dengan sebanyak-banyaknya anak muda demi Indonesia yang jauh lebih baik, yakni demokratis, humanis dan berintegritas.
Berikut beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Youth Proactive:
1. Youth Digital Activism. Lewat perangkat situs dan media sosial, Youth Proactive menyediakan ruang aspirasi bagi anak muda di Indonesia menyampaikan keresahan serta pandangan akan situasi yang berkembang. Berbagai perangkat yang dijalankan oleh Youth Proactive telah diikuti lebih dari 20 ribu individu dan lembaga.
2. Youth Activism. Anak muda Indonesia yang lekat dengan sejarah perubahan menjadi aktor yang penting untuk terus beradaptasi dengan situasi yang ada tanpa meninggalkan dunia aktivisme. Youth Proactive juga turut berpartisipasi dalam pengadvokasian beberapa hal dan terlibat dalam aksi-aksi yang digagas Koalisi Masyarakat Sipil seperti Aksi Kamisan dan menjalankan aksi-aksi massa kreatif dan khas anak muda.
3. Youth Capacity Building. Belajar dan berbagi dengan berbagai ilmu dan banyak anak muda adalah cara yang Youth Proactive yakini sangat bermanfaat untuk penciptaan ekosistem masyarakat yang lebih baik. Dengan berbagai metode kelas, Youth Proactive menjadikan peningkatan kapasitas sebagai modal penting untuk terciptanya perubahan.
4. Youth Discussion. Fenomena tentang banyak hal utamanya di ranah sosial politik yang begitu cepat membuat anak muda kerap bingung untuk menentukan sikap atau komentar. Sehingga kebutuhan untuk mendiskusikan isu aktual yang terjadi sangat dibutuhkan, dan Youth Proactive menyelenggarakan seri diskusi NGOPI (Ngobrol Pintar) dan NGASO Malam Kamis (Ngobrol Asik Sore – Malam Kamis) bersama para individu dan lembaga pendamping Aksi Kamisan.
Setiap tahunnya Youth Proactive membuka kesempatan untuk bergabung sebagai relawan. Saat ini Youth Proactive sudah memiliki tiga angkatan dan berhasil menjangkau 2827 anak muda di 24 provinsi dan 50 kota/kabupaten melalui 315 aktivis muda.

Tentang YouthProactive.com

Upaya pemberantasan korupsi harus bergerak secara konvergen baik di ranah offline maupun online. Sebagian program Youth Proactive, sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya, bergerak di ranah offline. Di ranah online, Youth Proactive memanfaatkan kanal-kanal media sosial (Facebook, Twitter, Instagram) dan website.

Untuk website, YouthProactive.com dikembangkan dengan dua tujuan.

Pertama, sebagai kanal anak muda untuk berbagi gagasan, cerita, dan pengalamannya terkait isu antikorupsi, kebijakan publik, dan demokrasi. Upaya membangun anak muda antikorupsi harus diiringi dengan pertukaran gagasan di ranah online yang hari ini tak bisa dilepaskan dari anak muda. Setiap bulannya kolom Perspektif dan Speak Up terbuka untuk itu.

Kedua, sebagai wadah untuk menyoroti secara mendalam persoalan yang menghambat kemajuan demokrasi. Di tengah iklim media online yang didera dengan kebutuhan akan kecepatan informasi serta kepemelikan media oleh konglomerasi dan partai politik, lewat kolom Reportase YouthProactive.com mencoba mengembangkan laporan jurnalistik yang independen dan berpihak pada kalangan yang paling rentan dalam kebijakan publik.

Struktur Organisasi Perkumpulan Proaktif Muda Indonesia

Dewan Pengawas: Lia Toriana

Dewan Pengurus: Resa Temaputra

Badan Pekerja: Ahmad Sajali (Koordinator), Rukita Widodo (Manajer Komunikasi), William Umboh (Manajer Komunitas & Jangkauan), Chumaeroh (Manajer Administrasi dan Keuangan), Pradipa P. Rasidi (Pelaksana Situs dan Media Sosial)

Tim Relawan

Angkatan 1: Aida Mutia H., Anis Farida, Aprodhite Dine, Asri Nuraeni, Atika Florentina, Deti Yulianita, Fidia Larakinanti, Fitriyani, Johan Nurul Imani, M. Ibnu Azhar Nasmit, Martinus D. Adrian Manorek, Mia Hestiana A., Niki Segara, Sandy Mardiansyah, Septi Diah Prameswari, Tsamrotul Aniqoh, Zaira Felia Diza, Zuiver Loverson.

Angkatan 2: Abdul Rohman, Alia Faridatus Solikha, Alvin Nicola, Ayunita Kurnia Ningsih, Bayu Yudha Setianegara, Dito Sunjaya, Fadhil Fadhli, Fathul Hilal, Halida Nufaisa, Handayani Puspa Kusuma, Katarina Pinta Sari Sirait, Maria Resti Kasih K., Mariska Estelita, Okta Rina Fitri, Patuan Bonardo, Ridha Amalia Rizki, Rienta Primaputri, Ulfa Aulia, Yudi Adiyatna.

Angkatan 3: Ahmad Sajali, Aisyah Aminy Maulidina, Chessa Ario Jani Purnomo, Fattah Amal Iko Rusmana, Heru Purnomo, Imelda Riris Damayanti, Langitantyo Tri Gezar, Latifa Ayu L, M Haiqal Arifianto, M. Adhiya Muzakki, Putu Gayatri Anindya, Riasky Widar Dewanti, Rizki Dwi Utami, Sinta Dwi Putri, Zainal Fuad, Zuhra.

Angkatan 4: Bimo Aryo Tyasono, Deborah Gloria Victory, Emira Salma, Giovani Yudha Baskara, Muhammad Islah Satrio, Muhammad Rizki Fadhilah, Siska Irma Diana, Restu Ayuningtias, Sofiatul Hardiah, Yasmina Wulandari, Zoupi Dwi Raka.