YP x Kamisan (Bangsa Mahasiswa) web

#SuratUntukPresidenJokowi – Menagih Janji Di Kamisan Ke-600

Halo Pak Jokowi,

Masih banyak kasus pelanggaran HAM di Negeri ini yang belum terselesaikan seperti, Marsinah seorang buruh wanita yang bekerja di pabrik arloji yang meninggal karena memperjuangkan hak kawan – kawannya, Widji Thukul salah satu korban 1998 yang dihilangkan karena aktivitas politiknya, Munir yang diracun di udara karena membela kebenaran, Salim Kancil seorang aktivis lingkungan yang dibunuh karena memprotes tambang pasir ilegal, kebanyakan dalang dari mereka yang melakukan pembunuhan dan penghilangan tersebut masih bisa hidup bebas saat ini tanpa tersentuh hukum sekalipun.

Di saat banyak orang yang mulai melupakan kasus – kasus tersebut beruntung masih ada sekelompok orang yang tetap melawan lupa dan menuntut pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan mengadakan Aksi Kamisan, aksi yang sudah dimulai sejak 18 Januari 2007 sudah memasuki penyelenggaraan yang ke-600 kalinya ini mereka masih setia berdiri di seberang istana sambil memegang payung hitam disetiap hari Kamis.

Seharusnya bapak senang ketika masih ada sedikit orang yang memperjuangkan HAM di Negeri ini melakukan aksi damai setiap kamis di sekitar tempat bapak bekerja, menuntut dan berharap kepada Bapak untuk menyelesaikan kasus HAM di Negeri ini dengan begitu menunjukan bahwa mereka masih percaya bahwa Bapak dapat menyelesaikannya.

Tetapi pada kenyataannya selama 5 tahun Bapak menjabat Bapak baru sekali mengajak mereka bertemu Bapak di istana, padahal banyak dari mereka yang menaruh harapan kepada Bapak untuk menyelesaikan pelanggaran HAM di masa lalu, terlebih saat Bapak berjanji dalam kampanye Bapak di tahun 2014 akan menemukan Widji Thukul salah satu korban pelanggaran HAM 1998 yang hilang sampai saat ini.

Dengan penuh yakin Bapak waktu itu berkata “Ya jelas harus ditemukan. Bisa ditemukan hidup, bisa ditemukan meninggal, harus jelas. Tentang nanti ada sebuah rekonsiliasi dari fakta-fakta ya tidak soal. Tapi harus jelas, masa sekian lama belum jelas yang 13 orang hilang itu, ” Bapak juga bercerita bahwa Bapak sudah mengenal keluarga Widji Thukul yang berasal dari kota yang sama dengan Bapak oleh sebab itu Bapak ingin memperjuangkannya.

Terlebih Bapak yang berasal dari masyarakat sipil yang tak memiliki beban di masa lalu membuat kami semakin menyimpan harapan kepada Bapak untuk bisa menyelesaikan pelanggaran – pelanggaran HAM berat dimasa lalu, tetapi pada kenyataan hingga akan memasuki masa jabatan Bapak yang ke-2 Bapak justru memasukkan mereka yang memiliki beban masa lalu dalam pelanggaran HAM di Negeri ini di tempat – tempat strategis dalam pemerintahan Bapak.

Pak Jokowi,

Di periode ke-2 Bapak ini kami masih menyimpan harapan yang besar kepada Bapak untuk bisa menyesesaikan kasus – kasus pelanggaran HAM di Negeri ini, seperti apa yang Bapak janjikan di periode ke-2 ini Bapak dapat bekerja tanpa beban sehingga dapat bekerja lebih bebas dan berani walaupun kami sadar kami tidak dapat berekspektasi terlalu tinggi. Maka dari itu kami hanya ingin Bapak lebih serius dan berani menghukum mereka yang terlibat dalam pelanggaran – pelanggaran HAM di Negeri ini, seperti visi bapak SDM unggul Indonesia maju menurut saya baru bisa terwujud jika kita sudah bisa berdamai dengan masa lalunya dan berani menghukum mereka yang terlibat kejahatan HAM di masa lalu.

Salam Kemanusiaan!

Hidup Korban! Jangan Diam! LAWAN!!!

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *