Bukan Saatnya Kita Berdiam Diri

Hati ini getir melihat belakangan banyak isu yang cukup menggelisahkan kebhinekaan negeri ini. Lazimnya negara demokrasi, sudah sepatutnya membebaskan rakyat dengan ide-idenya. Namun hal ini justru tidak terjadi di Indonesia, beberapa isu yang dianggap tabu justru dijadikan sebagai alat politik, dan parahnya hal ini bisa bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan.

Kemajemukan Indonesia sudah tidak bisa dipungkiri lagi, mulai dari kemajemukan bahasa, kemajemukan budaya, suku, agama. Hal itu sendiri bisa saja indah jika kita pelihara. Namun akhir-akhir ini kondisi politik Indonesia  justru sebaliknya; agama dijadikan sebagai alat politik hingga hal ini membawa ada masalah yang lebih pelik lagi. Seperti kita lihat bawa ada kepala daerah yang dianggap sebagai penista agama tertentu hingga berbuntut panjang sampai kepada meja pengadilan.

Bukankah hal ini sudah tidak sejalan dengan prinsip yang didahulukan dalam custom negara ini prinsip musyawarah mufakat? Apakah mekanisme hukum harus ditempuh tanpa mengindahkan adanya restorative justice? Untuk itulah sebagai anak muda harus berani mengatakan tidak, dan berani guna melawan hal-hal yang bisa membuat persatuan dan kesatuan negara Indonesia hancur.

Sudah saatnya anak muda tidak berdiam diri dan terlibat.

Sharing is caring!
Share on Facebook4Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *