Dua hari menjelang Pilkada Aceh, isu sentralnya adalah perdamaian. Foto: KlikKabar
Dua hari menjelang Pilkada Aceh, isu sentralnya adalah perdamaian. Foto: KlikKabar

Anak Muda Aceh di Pusaran Pilkada Aceh

Pilkada adalah pemilihan umum untuk memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung di Indonesia oleh penduduk daerah setempat yang memenuhi syarat.

Aceh merupakan salah satu daerah yang mengikuti perhelatan Pilkada Serentak pada tahun 2017 ini, dimana pemilihan orang nomor satu di Provinsi dan kabupaten kota akan dilakukan secara bersamaan. Suasana demokrasi ini sudah di rasakan sejak pertengahan tahun 2016, dengan majunya 6 pasang calon yang akan mengikuti pertempuran untuk mencari kursi 1 provinsi Aceh.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memenangkan calon adalah membentuk Tim Pemenangan. Tim ini jelas tidak hanya diisi oleh para orang tua, anak muda juga ikut mengambil peran ini.

Dalam pesta demokrasi tentunya banyak hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Potensi kecurangan bisa saja terjadi. Ada istilah yang sering muncul dipermukaan menjalang pemilihan, yaitu “serangan fajar” atau politik uang. Politik uang yang kerap terjadi dalam proses pemilihan sulit untuk dibuktikan secara langsung karena proses penyaluran uang dari pihak ketiga kepada rakyat terjadi secara terstruktur dan sistematis. Untuk mengantisipasi hal ini perlu peran semua pihak terutama pemuda.

Memutar kembali ingatan kita, pada tahun 2005 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara khusus membahas tentang anak muda dan masyarakat sipil dalam World Youth Report. Pentingnya kontribusi pemuda dalam gerakan sosial terlihat jelas dengan bermunculannya rencana program yang dirancang oleh lembaga non-pemerintah mulai tahun 2009.

Dalam mencegah adanya politik uang, penting bagi kita untuk melibatkan anak muda. Pemuda melalui ilmu yang dimilikinya mampu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya yang terjadi akibat politik uang. Selain itu pemuda memiliki peran pengawalan pilkada secara langsung dilapangan dengan berbagai mekanisme dan cara yang tentu bisa disesuaikan.

Harapan yang sama juga ada untuk menciptakan Pilkada yang berintegritas. Meski segelintir orang menganggap tidak ada lagi idealisme dari anak muda di Aceh namun masih banyak yang masih memikirkan nasib Aceh.

Terkadang anak muda yang memperhatikan Pilkada dengan diam bukan berarti mereka membiarkan kecurangan dalam Pilkada terjadi. Cara yang dilakukan bukanlah seperti penegak hukum yang bisa melakukan penangkapan dan memenjarai siapapun yang terlibat dalam politik uang melainkan dengan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat desa dan juga memberikan pendidikan kepada orang yang berada di sekitarnya untuk menjaga integritas pilkada sampai proses pemilihan selesai dan pasca pemilihan.

Pilkada 2017 harus melahirkan pemimpin yang berintegritas dan pro terhadap kepentingan anak muda. Politik uang akan menjadi penghambat mencapai tujuan tersebut, dan anak muda punya peran besar untuk memastikan Aceh akan semakin baik selama 5 tahun kedepan.

Sharing is caring!
Share on Facebook3Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *