Rona Mentari memimpin kampanye dongeng tv
Rona Mentari memimpin kampanye Dongeng.TV. Foto: TribunNews

Dongeng.TV Melawan Korupsi

Saya yakin sekali ada banyak cara untuk bisa berbuat sesuatu dan bermanfaat bagi lingkungan kita, khususnya dalam melawan korupsi. Apa itu? Dongeng! Mendongeng mungkin saja sepele. Apa hal ajaib dari hanya sekadar mendengarkan sebuah cerita?

Pertama, dongeng sangat disukai anak. Hal ini memudahkan penyampaian sebuah nilai melalui hal yang disukai. Kedua, dongeng mengajari tanpa menggurui. Mendongeng juga akan membangun ikatan antara pendongeng dan penonton. Seperti ikatan orangtua dan anak, kakak dan adik, atau guru dan murid.

Selanjutnya, dongeng akan merangsang imajinasi seorang anak. Imajinasi diperlukan agar anak mampu berpikir kreatif dan berani bercita-cita tinggi. Karena langkah pertama dalam mencipta sesuatu adalah membayangkannya–mengimajinasikannya.

Sayangnya ada krisis imajinasi yang kini menjangkiti anak-anak Indonesia. Ini dibuktikan dengan tak beragamnya cita-cita mereka. Sedihnya lagi, saat berada sebuah kegiatan mendongeng di suatu daerah pelosok, saya mendapati seorang anak berkata ingin menjadi koruptor ketika saya tanya apa cita-citanya. Mengejutkan! Tapi apa yang bisa kita salahkan dari anak-anak ini?

Padahal, McClelland dalam penelitiannya tentang Business Drive and National Achievement, menjelaskan bahwa literatur populer seperti cerita anak-anak itu berpengaruh kepada kebutuhan berprestasi masyarakat suatu negara.

Kebutuhan berprestasi ini berkaitan dengan pembangunan ekonomi nasional. Hal ini membuktikan bahwa cerita populer yang disampaikan kepada anak berpengaruh pada kemajuan sebuah bangsa, yang dikarenakan cerita rakyat populer merupakan refleksi dari pola pikir masyarakat dalam negara tersebut.

Saya jadi teringat dongeng yang sangat populer saat saya kecil: Kancil Mencuri Timun. Pasti kalian setuju jika dongeng dengan judul ini terhitung fenomenal dan sangat populer pada masanya, kan? Tapi kini saya berpikir, kok bisa ya judul ‘mencuri’ sangat populer di kalangan anak-anak saat itu. Saya khawatir, koruptor yang ada sekarang, dulunya kerap kali diperdengarkan tentang Kancil Mencuri Timun ini.

Dari situlah, saya dan teman-teman yakin bahwa mendongeng adalah salah satu cara yang baik dan efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kepada anak. Tapi tentu tidak mudah untuk mempopulerkan budaya tutur di era digital ini. Saat ini, jangankan kita, anak-anak pun udah tergantung sekali sama piranti teknologi digital.

Kita bisa dengan mudah melihat anak sangat asyik dengan gawai di tangannya. Dari belajar, mencari bahan untuk tugas sekolah, mencari tutorial, sampai main game. Bahkan, bukan hal langka lagi ketika kita menemukan seorang anak yang belum pandai bicara, tapi sudah pandai mengoperasikan gadget.

Perkembangan teknologi ini tentu tidak dapat kita hindari. Seperti dua mata pisau, teknologi memiliki sisi baik dan buruk. Tapi tidak dapat dipungkiri, ruang digital ini dapat sangat mendukung mempopulerkan sebuah gerakan. Karena tidak terbatas ruang dan mampu menjangkau seluruh kalangan yang terkoneksi internet.

Kita tentu memilih memanfaatkan teknologi ini agar bisa bermanfaat baik untuk anak. Oleh karena itu, dengan memanfaatkan kanal YouTube dan menyewa domain, kita mencoba membuat sebuah ruang digital, saluran alternatif yang mempopulerkan budaya mendongeng melalui video dongeng, video pengetahuan tentang dongeng, dan tips mendongeng. Saluran tersebut kita beri nama Dongeng.TV.

Dongeng.TV adalah sebuah saluran YouTube yang menyebarluaskan budaya mendongeng melalui video dongeng, video tips mendongeng, dan pengetahuan tentang dongeng. Saluran ini gratis diakses oleh siapapun yang terkoneksi internet. Harapannya, Dongeng.TV bisa menjadi media alternatif yang baik bagi anak dan sumber belajar mendongeng dari para pendidik.

Selama ini, penggerak Dongeng.TV adalah relawan Rumah Dongeng Mentari dan anggota Klub Dongeng FIM. Anggota komunitas ini tersebar di seluruh Indonesia dan terhubung melalui grup di ruang digital. Dari kedua komunitas tersebut, kami memiliki tim inti yang bertugas menjadi penanggungjawab Dongeng.TV.

Selain iuran setiap tahun untuk menyewa domain, kami juga rutin melakukan produksi video. Tim kampanye kemudian akan menyebarkan konten Dongeng.TV secara luas dengan memanfaatkan berbagai media sosial yang ada. Peralatan yang kami gunakan juga terhitung sederhana. Bermodal kolaborasi dan semangat yang sama, kami selalu bisa mendapat bantuan. Karena ternyata, banyak lho orang baik disekitar kita yang peduli!

Dongeng.TV juga ikut melibatkan para figur publik. Tujuannya agar figur publik tersebut bisa menjadi duta Dongeng.TV dalam mempopulerkan budaya mendongeng di masyarakat.

Tentu dongeng yang disampaikan secara tuturan langsung dan melalui media itu berbeda, tapi kami berharap Dongeng.TV bisa menjadi alternatif tayangan baik bagi anak. Kita berharap Dongeng.TV dapat memberi dampak bagi anak untuk minta didongengi–minimal oleh orang tuanya. Dongeng.TV juga dapat dimanfaatkan orang tua maupun guru untuk belajar mendongeng secara mudah dan gratis.

Di balik segala keterbatasan yang ada, kedepannya, Dongeng.TV akan mengajak berbagai komunitas untuk ikut mendongeng. Karena pada dasarnya, Dongeng.TV sangat terbuka bagi siapapun yang ingin menjadi bagian dari pengisi konten demi tercapainya tujuan kita mempopulerkan aktivitas mendongeng.

Semoga melalui dongeng-dongeng di ruang digital berupa saluran Dongeng.TV, terbangun generasi masa depan Indonesia yang lebih baik dan terbebas dari korupsi.

Sharing is caring!
Share on Facebook94Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *