Ilustrasi: Youth Proactive/Agung.
Ilustrasi: Youth Proactive/Agung.

4 Inisiatif Keren Anak Muda Dorong Layanan Publik

Berkarya dan bekerja nyata adalah dua kata yang paling kita gemari. Sekarang banyak banget anak muda yang mewujudkan karya dan kerja nyatanya dengan enterprenurship dan ikutan di startup.

Tapi tahu gak sih, kalau sebenarnya ada bidang lain tempat anak muda bisa banyak berkarya?

Bidang itu salah satunya adalah perbaikan kualitas layanan publik. Kalau selama ini kita dimanja anggapan bahwa kita cuma bisa bergantung pada pemerintah untuk dapat kualitas pelayanan publik yang oke, anak muda di empat daerah ini membuktikan kalau itu salah besar!

Kualitas pelayanan publik bisa membaik kalau ada masyarakat yang berdaya menuntut kualitas itu. Seperti apa sih sepak terjangnya?

1. Membantu memudahkan BPJS untuk proses kelahiran di Lombok

Kumpul relawan YRC Lombok
Kumpul relawan YRC Lombok. Foto: YouthProactive/YRC

Di balik indahnya pariwisata Lombok, NTB, mungkin tak banyak yang tahu buruknya pelayanan kesehatan bagi warga Lombok sendiri.

Di daerah yang punya bertahun pengalaman gizi buruk ini, asuransi kesehatan BPJS belum berjalan maksimal. Data yang dimiliki rumah sakit masih data dari tahun 2011, sehingga dari 8000 warga Lombok, masih banyak yang tak bisa menerima BPJS.

Hal ini mendorong anak muda Lombok untuk bergerak. Mereka melakukan audit sosial, yaitu pengawasan langsung apa yang salah sebenarnya dengan layanan publik Lombok. Misalnya pada saat menyelidiki proses kelahiran Saniah yang tak dibantu oleh BPJS. Menggunakan kamera tersembunyi, anak muda Lombok mengungkap minimnya koordinasi Dinas Kesehatan setempat dengan pusat.

Anak muda ini, yang tergabung dalam Youth Report Center (YRC) Lombok, bekerja bersama Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) NTB. Mereka fokus pada layanan kesehatan dan pendidikan.

Mereka mengetahui problem pelayanan publik dengan mengumpulkan keluhan dari warga, baik dari mulut ke mulut maupun media sosial. Keluhan-keluhan itu kemudian dituangkan dalam laporan yang disampaikan ke pemangku kebijakan. Ini diperjuangkan sampai keluhan warga berhasil jadi kepuasan.

2. Membawa keluhan masyarakat ke Pemkot Kupang

warga melapor ke YRC Kupang
Warga melapoer ke YRC Kupang. Foto: YouthProactive/YRC

Serupa dengan Lombok yang terlena pariwisata, di Kupang, NTT, minimnya akses kesehatan dan infrastruktur adalah masalah sehari-hari warga. Elektrifikasi NTT terendah kedua di Indonesia.

Anak muda Kupang pun bergerak. Mereka mengumpulkan keluhan warga dari tiap kelurahan, khususnya di Oetete dan Lasiana. Masalahnya beragam, dari administrasi kependudukan (KTP dan sejenisnya), BPJS Kesehatan, hingga layanan PLN dan pertanahan. Mereka mendata paling tidak ada 45 keluhan warga terkait layanan publik. Keluhan ini kemudian disampaikan langsung ke Pemkot Kupang.

Di Kupang, anak muda ini bergerak dalam posko Youth Report Center, difasilitasi oleh Bengkel APPek.

Dari pengaduan keluhan warga, mereka bukan cuma menyampaikan langsung ke Pemkot Kupang, tapi juga memantau langsung di lapangan untuk membuktikkan adanya malpraktik. Dalam hal BPJS Kesehatan, anak muda Kupang berhasil menghilangkan pungli. Tak mengherankan kalau kerja keras anak muda bisa membuat Pemkot Kupang di tahun 2015 mendapatkan apresiasi dari Ombudsman RI karena layanan publik yang baik.

3. Anak muda Garut, mandiri dengan pendidikan politik

Advokasi warga ke YRC Garut
Advokasi warga ke YRC Garut. Foto: YouthProactive.YRC

Kalau anak muda biasanya dicap apatis politik, lain halnya dengan anak muda Garut. Anak muda Garut paham kalau politik bukan cuma sekadar menonton dan bersorak melihat politikus bersaing di pemilu, tapi juga ada partisipasi masyarakat.

Didampingi Garut Governance Watch (GGW), anak muda Garut yang tergabung ke dalam Youth Report Center terlatih untuk jadi warga yang berdaya.

Anak muda Garut dilatih untuk memahami politik lebih dari pertarungan orang, tapi bagaimana menjadikan sumber daya (anggaran) bermanfaat bagi masyarakat. Wujudnya adalah pelayanan publik yang bisa diakses semua kalangan, tanpa ada yang dikorbankan.

Kegiatan Youth Report Center Garut beragam. Mereka menggelar acara nonton bareng dan diskusi outdoor, begitu juga acara-acara kesenian. Tentunya, mereka juga memperbaiki layanan publik dengan mengawasi kondisi di lapangan dan bertemu langsung dengan pengambil kebijakan. Posko-posko Youth Report Center tersebar di beberapa kecamatan dan desa di Garut.

4. Ngopi peduli pendidikan di warung-warung Aceh

Berdiskusi santai di YRC Aceh
Berdiskusi santai di YRC Aceh. Foto: YouthProactive/YRC

Di Aceh, kebiasaan yang tak bisa dilepaskan sehari-hari adalah kebiasaan nongkrong sambil minum kopi. Sekelompok anak muda Aceh kini berinisiatif bukan cuma sekadar ngopi, tapi bagaimana sambil ngopi sambil mencari cara menyelesaikan masalah anak muda: pendidikan.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Aceh punya potensi korupsi yang tinggi. Diduga selama ini korupsi pendidikan mencapai Rp2,4 miliar. Berangkat dari kekhawatiran itu, anak-anak muda Aceh yang terkumpul di Youth Report Center pun mengawal pengelolaan dana BOS.

Salah satu kasus aneh yang sempat diselidiki adalah di tahun 2013. Saat itu Saat itu Dinas Pendidikan Aceh Besar memerintahkan kepada seluruh SD dan SMP untuk membeli kaset pendataan. Tiap sekolah keluar uang sebesar Rp2,5 juta, tapi tak jelas penggunaan kaset itu bagaimana.

Memang, di perjalanannya, anak muda Aceh yang kritis mendapat ancaman. Misalnya, di salah satu sekolah, dua anak SMA terancam drop out karena mempertanyakan dana BOS. Tapi itu tak membuat semangat anak muda Aceh surut. Bersama dukungan dari komunitas GeRAK Aceh, anak muda terus mendorong pemerintah untuk menjadikan keterbukaan informasi sebagai komitmen.

***

Nah, keren-keren kan apa yang dilakukan teman-teman muda kita Youth? Di empat daerah ini, anak muda membuktikan bahwa kita bukan cuma bisa mengeluh.

Mereka pun membuktikan bahwa kita tak perlu jadi warga negara yang manja dan menyerahkan segalanya ke pemerintah. Inisiatif anak muda menunjukkan, pemerintah belum tentu tahu yang terbaik, karena yang tahu kebutuhan warga ya pasti warga sendiri.

Sekarang, sudah siap belum untuk mendorong perbaikan pelayanan publik di daerahmu, dimulai dari diri sendiri?

Sharing is caring!
Share on Facebook96Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

2 responses to “4 Inisiatif Keren Anak Muda Dorong Layanan Publik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *