Haris Azhar di acara #MelawanGelap
Foto: @purplerebel

Suara Anak Muda #MelawanGelap

#MelawanGelap adalah inisiatif pertemuan yang digagas masyarakat untuk bertukar keresahan. Kegiatan ini bertempat di Istana Merdeka, tempat suara masyarakat harusnya bisa didengar presiden. Pertemuan yang lebih mau disebut sebagai kongkow ini diadakan setiap Jum’at malam, saat kita akan beristirahat dari rutinitas di akhir pekan (tidak berlaku bagi yang punya dosen hobi menyibukkan kita dengan tugas).

Di kongkow #MelawanGelap ini, satu per satu orang akan bergantian menyuarakan kegelisahan yang dirasakan. Misal, di pada Jum’at (5/8) yang mengangkat isu #SayaPercayaKontraS, ada Usman Hamid (Aktivis dan Direktur Kampanye change.org) menyuarakan  kekesalannya akan pelaporan balik tiga lembaga negara yang dilaporkan oleh Haris Azhar (Koordinator KontraS) perihal testimoni Freddy Budiman (terpidana mati yang telah dieksekusi pada 29 Juli 2016).

Youth Proactive Transparency International Indonesia juga berkesempatan menyampaikan suara anak muda di #MelawanGelap.

Yang perlu anak muda cermati adalah semakin mungkinnya komplain kita di media sosial membuat kita menghabiskan waktu (yang katanya periode emas ini) di penjara atau minimal kantor polisi.

Ya, apa yang menimpa Bang Haris Azhar, Mba Prita Mulyasari (yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit di Facebook), dan ratusan orang lainnya, bisa setiap saat terjadi juga pada kita: terjerat pasal pencemaran nama baik di UU ITE. Sudah susah payah mendapatkan akses internet (harga paket mahal, jarang ada wifi oke di banyak tempat umum) kini kita juga harus senantiasa was-was ditangkap polisi.

Isu anak muda lainnya yang perlu kita perhatikan adalah soal buruknya kualitas dan kredibilitas aparat keamanan kita, mulai dari Kepolisian, TNI hingga BNN.

Dari data di Youth Integrity Survey 2013 sampai obrolan kita tiap hari, persepsi kita soal tiga lembaga itu ya begitu buruk adanya. TNI berbisnis dan menjadi backing konglomerat, Kepolisian mereformasi dirinya dengan berniat menjadi PT POLRI Tbk. lewat pembelian saham klub sepakbola, begitu juga dengan BNN yang dipimpin sosok Budi Waseso (Buwas) kerap berkomentar miring soal tugasnya menghentikan peredaran narkoba di negara ini.

Jadi nggak heran sama apa yang dilakuin Buwas ke Bang Haris kali ini, kalau kita ingat dia jugalah orang di balik kriminalisasi dua pimpinan KPK, yakni Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, yang mengakibatkan #SaveKPK bertambah menjadi 3 season. Kalau ditambah 3 lagi bakalan saingan dengan Game of Thrones.

Di tengah semakin pragmatisnya kehidupan anak muda–kuliah-pulang-kuliah-pulang lalu ikut pencarian bakat jadi mahasiswa berprestasi atau komika di Stand Up Comedy Academy–seharusnya sih nalar kritis soal kehidupan bernegara tetap dipelihara oleh anak muda.

#MelawanGelap idealnya menjadi misi anak muda hari ini. Cukuplah kita yang masih merasakan banyak gelap di kehidupan negara kita hari ini. Jangan sampai anak yang kita dapat dari perjuangan sulit mendapat jodoh dan juga restu dari sang mertua harus juga merasakan gelap yang sama. Jangan wariskan banyak kesulitan kepada keturunan kita, toh mereka akan menemui sendiri kesulitan paling tinggi saat mereka mengerjakan skripsi suatu hari nanti.

Karena seperti apa yang dikatakan Bang Haris Azhar di kongkow #MelawanGelap, saatnya kita yang mengejar para pembuat kegelapan di negara ini: orang-orang yang mungkin semasa hidupnya tak pernah merasakan nggak enaknya momen gelap dan “mati lampu” saat main game online di laptop yang bocor baterainya.

Salam #MelawanGelap.

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter2Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

One response to “Suara Anak Muda #MelawanGelap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *