komputer berisikan grafik di pasar saham

Pasar Modal Tingkatkan Lapangan Kerja

Pasar modal mampu meningkatkan pertumbuhan modal perusahaan. Modal ini bisa digunakan untuk belanja modal, perekrutan pekerja, merger dan akuisisi, juga penelitian dan pengembangan. Pasar modal juga bisa menyediakan likuiditas dan insentif jangka panjang kepada pekerja, investor, dan pendiri perusahaan. Hal itu diungkapkan Garvis Toler, global head of capital market dari NewYork Stock Exchange (NYSE) dalam paparannya di diskusi di Bursa Efek Indonesia pada 11 Agustus.

Penyataan itu diajukan untuk menjawab mengapa perusahaan perlu mendapatkan akses ke pasar modal. Juga untuk mendalami bagaimana negara berkembang dengan pertumbuhan tinggi seperti Indonesia bisa untung dengan membuka pasarnya pada sistem pasar modal internasional.

“Pasar modal mampu meningkatkan pertumbuhan modal perusahaan. Modal ini bisa digunakan untuk belanja modal, perekrutan pekerja, merger dan akuisisi, juga penelitian dan pengembangan,” papar Toler. Pasar modal juga bisa menyediakan likuiditas dan insentif jangka panjang kepada pekerja, investor, dan pendiri perusahaan. Keuntungan lainnya akan ada peningkatan brand value dan semakin dikenalnya perusahaan oleh publik.

Toler menjelaskan bahwa pasar modal mampu menghasilkan pekerjaan-pekerjaan baru melalui perusahaan kecil dan menegah, juga kewirausahaan. Bahkan menurut Venture Capital Association di Amerika Serikat ada tambahan 92% lapangan pekerjan setelah Initial Public Offering (IPO).

Dalam sistem ekonomi pasar, pasar modal mempunyai dua peran, lanjut Toler. Pertama dalam primary market sebuah perusahaan yang melakukan IPO mendapatkan investasi modal untuk memperluas bisinisnya, yang sering berujung kepada penciptaan jumlah pekerjaan yang signifikan. Pada secondary market, investasi modal yang sedang berjalan membuat perusahaan menentukan ritme pertumbuhan bisnis mereka dalam pertukaran saham secara terbuka.

Perkembangan pasar modal global dalam 20-30 terakhir, dibarengi dengan globalisasi dan inovasi teknologi, membuat wilayah Asia Pasifik menjadi daerah dengan pertumbuhan kapital tercepat di dunia, papar pria lulusan University of Virginia ini. Asia-pasifik mampu menghasilkan ratusan juta dolar dan menginisiasi berkembangnya perusahaan-perusahaan baru di bidang teknologi.

“Indonesia tentu saja ada di garis terdepan dalam tren ini. Ada perkembangan yang luar biasa di bidang pasar e-commerce di Indonesia dan NYSE ingin menjadi bagian penting dalam proses ini,” harap Toler.