Melawan Gelap di Monas
Foto: Ahmad Sajali/Youth Proactive

Yang Muda yang #MelawanGelap

Akun twitter milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), @PLN_123, bisa jadi merupakan akun tersibuk dalam beberapa situasi karena harus meladeni cuitan orang-orang yang mengalami pemadaman di wilayahnya. Pemadaman yang menghadirkan kegelapan sementara begitu berhasil membuat diri kita merasa dirugikan. Lalu melayangkan komplain lewat cara ngetweet.

Sialnya, kegelapan karena pemadaman arus listrik bukanlah satu-satunya kegelapan yang menaungi kehidupan kita semua. Ada kegelapan lain yang merugikan kehidupan kita sebagai warga negara. Dan nahasnya, kegelapan tersebut dihadirkan ke hadapan kita semua oleh yang seharusnya menghadirkan terangnya kehidupan masyarakat.

Ya, kegelapan itu direproduksi oleh negara dalam berbagai wujud dan satuannya.

Dua tahun berselang, harapan akan revolusi yang diklaim dan mengantarkan kemenangan di kontes pemilihan presiden lalu perlahan-lahan tergerus dan cenderung membawa kita kepada evolusi.

Selayaknya Teori Evolusi a la Charles Darwin yang mengatakan bahwa beberapa spesies adalah hasil evolusi spesies masa lalu, begitu pula kita dapat menilai apa-apa yang ada di pemerintahan periode ini jika menilik praktik-praktik yang dilakukan oleh rezim bernama Orde Baru. Kejadian-kejadian, sikap-sikap, ataupun kebijakan-kebijakan yang diharapkan mampu membawa kita menjadi jauh lebih baik dalam waktu dekat justru bertolak belakang dengan apa yang ditemui di lapangan. Dan beberapa sangat dekat dengan kehidupan anak muda.

Alih-alih mendapatkan bekal persiapan meneruskan kehidupan bernegara untuk berupaya menciptakan perbaikan-perbaikan, anak muda kerap kali menjadi korban di negara ini.

Anak muda yang berekspresi dengan kesenangannya sendiri acapkali dicap hedonis dan kemudian dinilai apatis akan perkembangan kehidupan masyarakat.

Sebaliknya, anak muda yang memilih membahas upaya-upaya perbaikan kondisi kehidupan, tak jarang justru diawasi secara berlebihan, dibubarkan, bahkan mengalami tindak kekerasan dan parahnya ada pula yang dikriminalisasi.

Drop out, diintimidasi, hingga ditangkap secara paksa menjadi ancaman nyata hari-hari ini, tak beda jauh dengan apa yang mengancam gerak anak muda di masa Orde Baru. Negara tak ubahnya pacar yang begitu posesif, yang menilai anak muda hari ini serba salah layaknya judul salah satu tembang yang dibawakan oleh Raissa.

Keresahan berbalut kegelisahan akan kondisi-kondisi di atas adalah alasan nyata anak muda untuk bisa menjadi bagian penting dari upaya #MelawanGelap. Jika kegelapan berhasil menghentikan langkah anak muda hari ini, maka kita tak bisa lagi membayangkan apa yang akan menghantui kehidupan anak muda di masa datang yang bisa jadi adalah anak atau cucu dari anak muda hari ini.

Perjuangan #MelawanGelap adalah bentuk konkret perlawanan akan usaha-usaha pembodohan. Semisal penghilangan kebebasan berpendapat hingga menjadikan beberapa isu seperti bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai hantu.

Sebelumnya kita berupaya merawat ingatan, pengetahuan dan kebenaran lewat gerakan #MenolakLupa untuk berbagai kekerasan dan kejahatan yang dilakukan oleh negara. Maka sekarang sudah saatnya kita berhimpun dan menjadikan #MelawanGelap sebagai cara dan gaya hidup sehingga apa-apa yang terang semisal cita-cita negara ini benar-benar terwujud.

Jika admin @PLN_123 hampir selalu bisa sabar menghadapi komplain dan meladeni tweet demi tweet orang yang tak mau berlama-lama dalam kegelapan akibat pemadaman, maka jangan sampai Istana Negara dan ruang-ruang sakral negara ini harus mengalami pemadaman dan lalu merasakan kegelapan terlebih dulu untuk bisa menyadari bahwa berada dalam gelap itu sungguh tidak enak.

Semoga negara juga bisa merespon dengan baik apa-apa yang kita semua suarakan melalui #MelawanGelap dan bersama-sama berupaya menghadirkan cahaya demi cahaya nan terang di semua titik di negara ini.

Salam #MelawanGelap.

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

One response to “Yang Muda yang #MelawanGelap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *