TI_Indonesia_carousel2_914

Memperkuat Kerja KPK: Anak Muda Bisa Apa?

“Anak muda bisa apa? Jadi manusia aja belum, kuliah aja belum lulus, gak punya banyak pengalaman, ngapain kamu ikut-ikutan? Belajar aja dulu yang benar!”

Kita sering mendengar kata-kata itu dari orang dewasa, atau orang yang pengalamannya lebih tinggi. Kata-kata negatif yang bikin semangat dan motivasi kita turun duluan, jadi malas untuk melakukan suatu hal yang sebenarnya potensial untuk suatu perubahan.

Mengapa anak muda perlu dilibatkan? Kenapa kita harus terlibat, dan apa yang harus kita lakukan? Tiga alasan mengapa anak muda perlu dilibatkan dalam kebijakan atau program DFID (2010).

Pertama, alasan demografis: youth bulge!

Indonesia mengalami bonus demografi di penduduk usia muda hingga tahun 2050. Besarnya jumlah anak muda menjadikan anak muda sebagai tantangan dan investasi. Partisipasi anak muda yang bermakna dapat mendukung:

  • Penguatan kemampuan dan kaya kritis anak muda untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan subsistem mereka;
  • Mencegah dan mengurangi kerentanan anak muda dari situasi ekonomi, politik dan sosial yang tidak stabil;
  • Memperkuat rasa kepemilikan dan mendukung keberlanjutan intervensi kepada anak muda di masa yang akan mendatang;
  • Sebagai jembatan untuk menghubungkan praktisi dengan komunitas target dan membangun serta memperkuat modal sosial antar orang dewasa (praktisi) dengan anak muda.

Kedua, membanggun efektivitas program.

Melibatkan anak muda secara bermakna juga melibatkan mereka sebagai subyek aktif di lingkungan yang demokratis. Partisipasi anak muda membuat anak muda mengasah kepekaan terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara membuat berbagai kebijakan tepat sasaran yang sesuai dengan kebutuhan anak muda, dan sebagai bentuk akuntabilitas dan inklusivitas praktisi terhadap intervensi yang dibuat.

Ketiga, membangun lingkungan yang positif antara anak muda-orang dewasa.

Kemitraan yang terbangun dengan menekankan pada proses saling membangun kekuatan antara anak muda-orang dewasa dapat mengubah nilai dan norma di masyarakat yang memandang anak muda sebagai pihak yang tidak bedaya atau mengubah pandangan bahwa orang dewasa tidak bisa bermitra secara positif dengan anak muda.

Anak muda, pada usianya mempunyai berbagai macam ide kritis yang potensial dan bisa dijadikan sebagai pendukung dan masukan untuk kebijakan publik. Dengan dilibatkannya anak muda, mereka merasa mempunyai rasa tanggung jawab dan kepemilikan untuk terus berkontribusi dan aktif terlibat.

Selain itu, terlibatnya anak muda juga membantu terciptanya mitra dengan orang dewasa. Dengan adanya anak muda yang berinisiatif untuk terlibat bekerja sama dengan pemerintah, membuktikan statement di atas bahwa anak muda punya potensi yang sangat baik dan dapat membina hubungan kerjasama yang baik dengan anak muda.

Bagaimana kita harus berbuat sebagai anak muda? 

Kita sebagai anak muda pasti punya banyak sekali ide untuk berpatiisipasi dalam mendukung kebijakan publik dan pemerintahan. Salah satu isu yang mendapatkan perhatian banyak yaitu isu korupsi. Di Indonesia, kita punya lembaga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang bertugas mengangani masalah korupsi di lembaga pemerintahan.

Selama ini, kita melihat berbagai macam kejadian korupsi yang dilakukan para politisi di DPR, menteri hingga pejabat penting lainnya. Pemberitaan di media massa membuat kita geram dan tidak tahu harus berbuat apa.

Beberapa dari kita mempunyai banyak ide dan pemikiran, tapi entah tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Banyak ide-ide yang tinggi bermunculan misalnya, ingin koruptor dibunuh mati atau dimiskinkan, ada juga yang ingin membuat suatu gerakan tetapi tidak tahu harus berbuat apa.

Korupsi adalah hal yang klasik. Bisa terjadi kapan saja, tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya, dan bisa menyasar ke siapapun. Tidak mudah membuat korupsi jadi nol di Indonesia, tetapi bukan berarti kita sebagai anak muda tidak bisa berbuat apa-apa. Kita juga bisa berpartisipasi untuk mengurangi tindakan korupsi. Tindakan di sini adalah perilaku yang dapat memicu terjadinya korupsi.

Apakah kamu mempunyai teman yang sepemikiran dengan kamu? Yang ingin bersama bergerak untuk membantu mengurangi korupsi? Kita bisa melakukan hal sederhana, yang bisa menyasar dan mengajak masyarakat luas untuk turut serta berpartisipasi secara keseluruhan.

Langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah, ketika mempunyai ide untuk mengurangi tindakan korupsi, kita bisa mencari anak muda atau orang dewasa yang sepemikiran dengan pemikiran kita. Tidak berhenti sampai di situ, kita kembangkan ide kita bersama dan membuat jaringan atau komunitas untuk bersama menjalani ide kita.

Selanjutnya, buat komunikasi kreatif. Apa itu komunikasi kreatif? Seperti apa bentuknya? Kalian bisa membuat pesan moral terkait dengan tindakan mengurangi korupsi seperti membuat film pendek, atau video kreatif (animasi), cerpen atau novel juga pertunjukan seni yang menggunakan konsep dan bahasa anak muda. Karena pesannya akan lebih muda tersampaikan karena diinformasikan dan dibuat oleh orang yang setara.

2016-03-18 zuhra rara anak muda bisa apa

Edukasi, ya, untuk langkah selanjutnya kalian bisa mulai mengedukasi lingkungan sekitar kalian, bisa teman kalian, keluarga kalian, baik di lingkungan sekolah, kampus atau tempat tinggal kalian. Bentuk edukasinya bisa berupa ngobrol santai, diskusi, hingga menyebarkan pesan yang kalian buat dengan komunikasi kreatif melalui social media. Karena untuk saat ini social media mempunyai dampak yang sangat besar untuk menyebarkan berita atau pesan-pesan terkait dengan satu isu.

Awasi dan laporkan. Awasi lingkungan sekitar kalian, jika kalian menemukan tindakan korupsi di sekitar kalian, misalnya di sekolah, kampus atau tempat tinggal kalian. Kalian bisa gunakan layanan online di www.lapor.go.id untuk melaporkan setiap tindakan yang terindikasi tindakan korupsi atau kalian bisa buat call center tersendiri untuk melaporkan laporan terkait tindakan korupsi.

Empat hal di atas adalah hal sederhana yang bisa kita lakukan bersama masyarakat luas untuk mendukung kinerja KPK. Untuk mengubah kebijakan yang ada dengan tujuan menambah kinerja KPK lebih baik memang membutuhkan waktu yang lama dan tidak bisa dilakukan langsung. Tetapi, kita bisa berpartisipasi dalam membantu program dan kerja KPK dengan hal sederhana seperti diatas.

***

Referensi:

DFID. 2010. Youth Participation in Development, A Guide for Development Agencies and Policy Makers. London: DFID