2016-03 liputan politisi muda

Sekolah Politisi Muda Ajarkan Integritas dan Pemaknaan Demokrasi

Guna menguatkan kecakapan anak muda dalam berpikir dan bertindak strategis dalam politik, SATUNAMA mengadakan kembali Sekolah Politisi Muda untuk Demokrasi. SATUNAMA merupakan organisasi nirlaba fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan, advokasi dan pelatihan.

Diadakannya sekolah ini bertujuan agar politisi muda dapat merumuskan pikiran visioner dan dapat membaca medan politik serta memobilisasi sumber daya manusia sebagai aset kekuatan politik.

Sekolah Politisi Muda merupakan bagian dari Program Civilizing Politics for Indonesia Democracy (CPID) yang dilaksanakan selama 4 hari pada awal Maret 2016 lalu di Megamendung, Ciawi. Seminar ini merupakan rangkaian akhir acara tersebut, dengan tema Menggagas Keadaban Politik di Indonesia yang diselenggarakan pada Kamis lalu di Jakarta (10/3).

Sekolah ini berangkat dari keadaan politisi Indonesia yang belum sepenuhnya bepihak pada rakyat dan belum mampu menjaga komitmen moral. Dari itu kekuatan dan penjagaan moral, profesionalisme serta karakter yang berintegritas merupakan suatu hal dasar yang harus dimiliki oleh politisi muda. Hal tersebut diutarakan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafi’i Maarif.

“Cara berpikir politisi yang beradab sangat berpengaruh pada perpolitikan Indonesia,” ujar budayawan Radhar P. Dharma, seraya membuka diskusi. Sebab, menurutnya politisi adalah tombak utama melanjutkan proses politik untuk mewujudkan peran reformasi demokrasi dengan baik. Apalagi jika kembali pada pengertian politik yang digambarkan sebagai perebutan kekuasaan melalui pemilu dan pergantian rezim, perlu adanya pemikiran baru yang diinisiasi oleh politisi muda.

Keprihatinan atas hilangnya pemaknaan politik sebagai arena yang menempatkan kepentingan demokrasi dan rakyat juga disampaikan oleh Kepala Sekolah Politisi Muda, Insan Kamil, sembari mengiyakan apa yang disampaikan oleh Radhar. Ia berpandangan bahwa masyarakat hari ini banyak yang tak ingin berurusan dengan politik, menganggap politik itu kotor. Maka diharapkannya politisi muda bersungguh-sungguh berperan dalam politik untuk menciptakan pemaknaan baik terhadap perpolitikan yang beradab di Indonesia.

Chusnul Mar’iyah dari Ilmu Politik UI juga menambahkan soal keberadaban politik di Indonesia dalam hal konstruksi peran gender. Perempuan masih seringkali diremehkan sehingga rasa tidak percaya diri dari perempuan itu sendiri muncul. Akibatnya, perempuan enggan untuk berpartisipasi dalam politik.

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

One response to “Sekolah Politisi Muda Ajarkan Integritas dan Pemaknaan Demokrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *