2016-19-02 NGOPI Ngobrol Pintar, Tolak Revisi UU KPK

NGOPI (Ngobrol Pintar): Revisi UU KPK Dirasakan Anak Muda Puluhan Tahun Lagi

Andai UU KPK jadi direvisi, efeknya akan dirasakan generasi muda hingga puluhan tahun lagi. “Bayangkan, 10 tahun lagi kita nggak bisa nikmati Raja Ampat karena pengusaha kongkalikong dengan penguasa korup,” ujar Freddy Reynaldo Hutagaol dari KPK. Hal ini ia sampaikan pada diskusi NGOPI (Ngobrol Pintar) “Bersama Rakyat, KPK Kuat: Tolak Revisi UU KPK!” di Cikini (19/2).

Pasalnya, revisi UU KPK akan memandulkan KPK sebagai lembaga independen. Salah satu substansi revisi tersebut adalah mewajibkan KPK meminta izin terlebih dahulu bila mau melakukan penyadapan. Izin penyadapan tersebut akan diberikan oleh lembaga baru, yakni Dewan Pengawas KPK, yang pertanggungjawabannya bukan ke pimpinan KPK. Akibatnya, KPK harus menunggu beberapa waktu dalam proses penyidikan koruptor. Padahal uang korupsi bisa berpindah tangan dengan cepat.

“Soal penyadapan bukan cuma dilakukan KPK. BIN (Badan Intelijen Nasional), BNN (Badan Narkotika Nasional), Polisi, mereka juga menyadap,” ujar Freddy. “Tapi kenapa cuma KPK yang diutak-atik?”

Bila KPK kehilangan kemampuannya sebagai lembaga independen, koruptor akan bergerak lebih bebas dan korupsi kembali merajalela. Efek korupsi dirasakan anak muda hingga di tingkat yang sekilas sepele: seperti pungutan liar saat berhadapan dengan birokrasi atau harga kafe yang mahal karena harus membayar suap untuk izin usaha. Korupsi juga bisa menyebabkan travelling semakin sulit karena biaya akomodasi yang ikut naik.

Aktivis muda Banten yang juga relawan Youth Proactive, Yudi Adiyatna, mendorong anak muda merespon isu kritis ini dengan bisa berorganisasi. Ia menilai saat ini anak muda sudah bisa menyuarakan kepentingan mereka lewat media sosial, tapi dengan media sosial saja tak cukup. Menurutnya pengabdian anak muda bukan hanya lewat Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat masih jadi mahasiswa, tapi juga dengan kerja sosial seperti saat isu genting seperti ini menghadang.

“Sendiri kita baca buku, berdua kita diskusi, bertiga kita aksi. Siap turun bela KPK?” pungkas Yudi.

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

2 responses to “NGOPI (Ngobrol Pintar): Revisi UU KPK Dirasakan Anak Muda Puluhan Tahun Lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *