2016-01-27-Corruption-Perception-Index-Indonesia

Meski KPK Dilemahkan, Indeks Korupsi Membaik

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia kini ada di peringkat 88 dari 168 negara dunia. Di tahun sebelumnya, Indonesia ada di peringkat 107. Selain naik peringkat, skor Indonesia pun naik dua poin menjadi 36.

Kenaikan ini terjadi saat tahun 2015 justru diwarnai pelemahan KPK.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mewanti, kenaikan ini bukan berarti artinya Indonesia sudah tak membutuhkan KPK. Bukan berarti korupsi bisa berkurang tanpa ada keberadaan KPK.

“Logikanya jangan dibalik, artinya bukan kita sudah tak butuh KPK,” ujarnya dalam peluncuran Indeks Persepsi Korupsi 2015 atau Corruption Perception Index (CPI) 2015 di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (27/1). Berdasarkan pemaparannya, keberadaan KPK sejak tahun 2002 justru mendorong pembenahan pada sektor-sektor yang rentan korupsi.

Menurutnya, masyarakat kadang masih disibukkan dengan wacana perlu-tidaknya KPK. “Kita sudah pasti butuh KPK bersama dengan polisi dan kejaksaan,” sebut Giri.

Ia membandingkan, di negara lain masyarakatnya sudah tidak sibuk dengan perlu-tidaknya komisi antikorupsi. Komisi antikorupsi sudah mutlak dibutuhkan, hingga yang dibicarakan adalah bagaimana mengelola sistem yang mampu mencegah korupsi.

Kenaikan skor CPI Indonesia menunjukkan bahwa saat ini ada upaya ke arah sana.

Naiknya skor CPI menandakan semakin baiknya pelayanan publik. Misalnya berkurangnya kemungkinan suap dalam mengurus proses perizinan usaha. Birokrasi semakin profesional tanpa perlu mensyaratkan uang haram.

Giri meyakini perbaikan SDM di beberapa lini pemerintahan dan kenaikan remunerasi PNS berdampak positif pada membaiknya capaian CPI Indonesia tahun 2015.

Meski demikian Direktur Program Transparency International Indonesia Ilham Saenong mencatat bahwa Indonesia masih punya rapor merah di bagian penegakan hukum. Suap-menyuap masih marak di kepolisian dan kejaksaan. “Pelaku usaha menilai Indonesia belum punya kepastian hukum,” sebut Ilham.

Potongan hasil CPI2015 di Asia Pasifik
Sebagian hasil CPI2015 di Asia Pasifik

Di Asia Pasifik, skor CPI Indonesia masih tertinggal dari Malaysia (skor 50), Thailand (skor 38), dan Tiongkok (skor 37). Walau begitu Indonesia masih berada di atas Filipina (skor 35) dan Vietnam (skor 31).

Skor Indonesia juga masih berada di bawah rata-rata dunia, yakni 43 poin. Indonesia termasuk dalam 63% negara di dunia yang punya skor di bawah rata-rata. CPI menggunakan skala 0-100, artinya skor 0 sangat korup sementara skor 100 sangat bersih. Di dunia, Denmark menempati skor tertinggi dengan angka 91, sementara Somalia dan Korea Utara di posisi bontot dengan skor 8.

Masyarakat didorong untuk terus dapat membantu membersihkan Indonesia dari korupsi. Skor Indonesia yang membaik di tengah pelemahan KPK menunjukkan bahwa perlu adanya kerja bersama dari semua sektor, tak bisa hanya mengandalkan satu institusi saja.

Kerja ini bisa dimulai dari hal kecil. “Misalnya, masyarakat masih suka menyuap [polisi] enggak?” tutup Giri.

.

Foto: @enitarobentrop