JumatKeramat Twitter 2

Horor Jumat Keramat, Teror Buat Aparat

Bicara tentang horor acapkali artinya bicara tentang makhluk gaib. Tapi, di Indonesia, yang horor bisa jadi lebih punya wujud ketimbang gaib. Di rezim Orde Baru, misalnya, yang horor itu berwujud kekerasan oleh militer. Hari-hari ini, horor itu belum hilang dan terus melekat, bahkan diperparah dengan persoalan korupsi dan oligarki yang mengancam demokrasi.

Salah satu momentum yang dimanfaatkan oleh gerakan dalam mewacanakan isu antikorupsi adalah saat Hari Antikorupsi Internasional (HAKI), 9 Desember. Di Indonesia, perayaan HAKI tahun ini relatif berbeda di tengah konstelasi politik negeri. Kekuatan oligarki yang terkonsolidasi menjadi ancaman bagi gerakan antikorupsi. Oleh karenanya penting, menghimpun kekuatan masyarakat sipil. Pilihan cara alternatif yang digunakan oleh gerakan adalah mereproduksi kampanye dengan bahasa jenaka.

Beberapa tahun terakhir stand-up comedy berkembang sebagai bentuk komedi baru di arus utama lawakan Indonesia. Dalam stand-up comedy, seorang atau dua orang komedian yang disebut komika (comic) membawakan monolog di hadapan penonton luas. Seperti sindiran Warkop di rezim Orde Baru dulu,stand-up comedyhari inikerap menjadikan isu sosial dan politik sebagai bahan lawakan. Isu yang dibawa boleh berat, tapi kemasannya terdengar santai hingga terasa dekat dengan keseharian.

Sebagai upaya mewacanakan isu sosial dan politik dalam bahasa jenaka, Transparency International Indonesia (TII) bekerja sama dengan Stand Up Comedy Indonesia mengadakan stand-up comedy. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai perayaan Hari Ulang Tahun ke-15 TII. Sejak tahun 2000, TII fokus dalam berbagai kampanye antikorupsi, di antaranya ditujukan pada anak muda.

Stand-up comedy dengan topik anti korupsi ini adalah bagian dari upaya untuk menumbuhkan budaya tandingan (counter culture) atas begitu berkuasanya perilaku korup, hedonisme dan ketidakjujuran yg menjangkiti para elit, dan sebagian masyarakat kita,” papar Dadang Trisasongko, Sekjen TII.

Program Manager Youth Department TII Lia Toriana menambahkan, “Kalau kita bisa seringan itu menertawakan isu politik dan kelaliman penguasa lewat stand-up comedy, mestinya kita bisa seringan itu juga melawan korupsi. Anak muda perlu bebas berekspresi dan lewat kegiatan inilah hal itu mungkin dilakukan.”

Tahun ini TII ingin mengajak anak muda untuk bersama meledek para pelaku kejahatan, terutama di antara penguasa, yang bisa lolos dari penyelidikan dan proses peradilan karena memiliki impunitas. “Materi stand-up ini tidak akan kalian temui di TV,” sebut Andi ‘Awwe’ Wijaya, ketua komunitas Stand Up Comedy Indonesia sekaligus pengisi acara. “Kami akan banyak menyindir orang.”

Stand-up comedy tahun ini bertajuk “Jumat Keramat: A Stand-up Comedy Show”, digelar di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan pada Jumat malam, 11 Desember 2015. Jumat Keramat melibatkan komika Andi ‘Awwe’ Wijaya, Arief Didu, Abdur Arsyad, Adriano Qalbi, Muhadkly Acho, Gilang Bhaskara dengan host Adjis Doaibu.