2015-11-11-Komunike-Anak-Muda-P_20151110_211831

Generasi Muda sebagai Aktor dalam Gerakan Antikorupsi, HAM, dan Demokrasi

Generasi muda bukan sekadar angka. Sepertiga populasi masyarakat Indonesia adalah anak muda, yang memiliki identitas yang beragam, keingintahuan yang tinggi, kreativitas, dan gagasan untuk membangun Indonesia. Potensi dan semangat anak muda telah didorong melalui pelibatan dan partisipasi aktif dalam Youth Conference on Anti-Corruptions(YCAC).

Merespon isu-isu korupsi di tingkat lokal dan nasional, yang memiliki keterbatasan dalam pelibatan langsung anak muda mengawal cita-cita Indonesia sebagai negara yang demokratis dan mewujudkan pemerintah yang akuntabel dan transparan, kami aktivis gerakan muda antikorupsi, HAM, dan demokrasi, telah mendiskusikan dan menyepakati hasil dari YCAC sebagai berikut:

  1. Mendorong pemerintah untuk menyediakan akses pelayanan publik yang adil dan setara (pendidikan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja, transportasi dan ruang terbuka publik) bagi anak muda dalam upaya pemenuhan Hak Asasi Manusia;
  2. Mendesak pemerintah untuk menjamin kebebasan berekspresi masyarakat dengan merevisi aturan-aturan dan produk hukum yang mengancam kebebasan berekspresi, seperti UU ITE, UU Ormas, dan Peraturan Daerah (Pergub DKI no. 228 tahun 2015) sebagai pemenuhan dan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia;
  3. Mendesak pemerintah untuk melibatkan anak muda dalam proses-proses pembuatan kebijakan, meliputi perencanaan, penetapan, implementasi, pengawasan dan evaluasi. Hal ini untuk mendorong proses pembuatan kebijakan publik yang demokratis dan merepresentasikan kepentingan anak muda;
  4. Mengupayakan partisipasi anak muda dalam proses dan tahapan pilkada (pra-pilkada, proses pencoblosan, dan pasca-pilkada) melalui pengawasan pelaksanaan pilkada yang bersih dan transparan, serta evaluasi kebijakan publik pemimpin daerah terpilih;
  5. Mengupayakan partisipasi dan keterlibatan anak muda, perempuan, dan penyandang disabilitas dalam proses implementasi, pengawasan, dan evaluasi UU Desa untuk memastikan distribusi anggaran yang transparan dan akuntabel;
  6. Menuntut komitmen pemerintah dalam menyelesaikan kasus kriminalisasi yang dialami oleh masyarakat sipil dan pegiat antikorupsi, HAM, dan demokrasi;
  7. Mendesak pemerintah untuk menetapkan kebijakan yang adil dan transparan dalam pembuatan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah, korporat, dan masyarakat dalam perencanaan izin usaha pembukaan lahan. Pemerintah, korporat, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab dalam eksplorasi sumber daya alam yang memperhatikan proses, pelaksanaan, dan reklamasi di wilayah tsb.

 Depok, 10 November 2015

Perwakilan YCAC:
Youth Proactive TII, Public Virtue Institute, Pamflet, Rumoh Transparansi, Bengkel APPeK NTT, Sofi Institute, Gerasi UNTIRTA, Bonebula Donggala, CekSekolahku Semarang, Inspirasi Muda Kaltim, Sekolah Demokrasi Tangsel, GSM Indonesia, Komik Antikorupsi Indonesia, SIMAK STIAMI, Perludem, Ikatan Pelajar NU Surabaya, Garut Governance Watch, CekSekolahku Makassar, MaPPI FH UI, IPPMKK Pekanbaru, GPMK Yogyakarta, Youthversity, Forum Remaja Lamongan, KontraS, LBH Jakarta, Anti-Corruption International Indonesia, Suara Difabel Mandiri, Kartunet, Komik Maksa-Banjarmasin

Narahubung: Lia Toriana (0812 8027 5652)
Youth Program Manager Transparency International Indonesia

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

2 responses to “Generasi Muda sebagai Aktor dalam Gerakan Antikorupsi, HAM, dan Demokrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *