posterNGOPIfinal2

NGOPI (Ngobrol Pintar) #1 “Urgensi Keterlibatan Generasi Muda Mengawal Pilkada Langsung”

posterNGOPIfinal2

 

TERMS OF REFERENCE

NGOPI (Ngobrol Pintar) #1

“Urgensi Keterlibatan Generasi Muda Mengawal Pilkada Langsung”

 

LATAR BELAKANG

Tahun 2014 merupakan tahun yang padat dan dinamis bagi iklim perpolitikan di Indonesia; mulai dari Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, pengesahan RUU MD3, sampai yang terkini, UU Pilkada, yang dinilai sangat problematik. Pengesahan RUU Pilkada telah memberangus hak rakyat untuk bersuara karena dengan disahkannya RUU tersebut, Kepala Daerah akan dipilih oleh “wakil rakyat” di DPRD. Ini tentunya sangat bertolakbelakang dengan prinsip-prinsip demokrasi yang kita kenal.

Kegeraman masyarakat terhadap hal tersebut kemudian memunculkan berbagai reaksi, baik secara virtual melalui pembuatan petisi online dan hashtag Twitter #ShameOnYouSBY, maupun secara offline melalui aksi dan pengumpulan KTP untuk menggugat UU Pilkada. Namun, di tengah-tengah partisipasi politik yang dari luar terlihat begitu solid, tetap terdapat gap antara mereka yang peduli dan tidak peduli terhadap pengesahan RUU Pilkada tersebut. Berbeda dengan fenomena Pemilu Presiden yang terlihat jelas antusiasme pendukung dari kedua kubu, respon terhadap UU Pilkada cenderung lebih “tenang” karena diperkirakan terdapat beberapa keraguan di dalam masyarakat Indonesia secara umum; seberapa besar pengaruh UU Pilkada dalam hidup mereka? Apakah pencabutan hak pilih rakyat dalam Pemilu merupakan sebuah permasalahan? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kemudian menggelitik para aktivis dan pemerhati politik untuk semakin memperkuat barisan kawal UU Pilkada, serta mensosialisasikan isu ini secara lebih intensif dan interaktif.

Pertanyaan demi pertanyaan pun muncul di kalangan generasi muda. Bahkan tidak sedikit yang belum benar-benar memahami kontestasi politik apa yang sedang terjadi di balik pengesahan UU Pilkada. Mengapa penting melibatkan mereka dalam pembahasan UU Pilkada? Apakah benar demokrasi kita telah mati karena disahkannya UU Pilkada? Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh generasi muda?

Oleh karena itu, berangkat dari keresahan yang sama, Youth Department TII berinisiatif untuk mengadakan Ngobrol Pintar (NGOPI), sebuah diskusi dwi mingguan yang akan membahas isu antikorupsi dari berbagai macam perspektif: politik, sosial, budaya, HAM, ekonomi, lingkungan, dan sebagainya. Diskusi ini bersifat santai namun tetap serius, dengan melibatkan sejumlah narasumber yang nantinya akan berperan sebagai pemateri dan penanggap, serta mengundang peserta dari berbagai latar belakang sosial.

 

TUJUAN

 

o   Meningkatkan urgensi isu UU Pilkada;

o   Menyediakan ruang bagi masyarakat umum, khususnya anak muda untuk memperoleh pendidikan politik yang aktual, dengan melibatkan narasumber yang ahli di bidangnya;

o   Menciptakan suasana diskusi yang santai namun tetap serius, dimana narasumber dan peserta acara dapat menyuarakan pendapat mereka secara bebas.

 

CAPAIAN

 

o   Peserta acara menyadari urgensi UU Pilkada;

o   Peserta acara tergerak untuk ikut mengawal UU Pilkada.

 

NARASUMBER

 

o   Pemapar materi: Iman Waskito (Mahasiswa Ilmu Politik, Freie Universitaet Berlin)

“Perbandingan Demokrasi Langsung dan Representatif dalam Pemilihan Kepala Daerah”

o   Titi Anggraini (Direktur Eksekutif, PERLUDEM)

“Benarkah Demokrasi Kita Telah Mati dengan Disahkannya UU Pilkada?”

o   Donny Ardyanto (Peneliti, KID)

“Ancaman Oligarki Politik dalam UU Pilkada.”

 

TARGET PESERTA

 

o   Organisasi & komunitas anak muda

o   Relawan Youth Proactive

o   Pelajar & Mahasiswa

o   Media

o   LSM

o   Akademisi & peneliti

o   Aktivis

o   Masyarakat umum

 

WAKTU DAN TEMPAT

 

Hari/tanggal  :           Jumat/10 Oktober 2014

Waktu             :           Pukul 17.30-20.30 WIB

Tempat           :           Kedai Tjikini, Jalan Cikini Raya no. 17, Jakarta Pusat

 

AGENDA

 

Waktu (WIB) Kegiatan
17.30-18.30 Registrasi & makan malam
18.30-18.45 Pembukaan oleh Moderator
18.45-19.15 Pemaparan dari Pemateri
19.15-19.45 Pemaparan dari Penanggap
19.45-20.15 Diskusi dan tanya-jawab
20.15-20.30 Kesimpulan dan penutupan oleh Moderator

 

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *