youthnesian

YOUTHNESIAN 2014: Investing In Young People

United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia dan Ford Foundation dengan bangga menyelenggarakan Youthnesian 2014. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Agustus 2014 di Nusa Indah Theatre, Balai Kartini, Jakarta Selatan. Youthnesian ini merupakan salah satu dari rangkaian acara yang diadakan oleh UNFPA Indonesia untuk memperingati Hari Populasi Sedunia (World Population Day) yang jatuh pada 11 Juli dan Hari Pemuda Internasional (Internasional Youth Day) yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Tema dari acara ini adalah “Investing In Young People”, yang mengacu kepada tantangan dan kesempatan untuk berinvestasi pada pemuda dan memungkinkan ruang bagi pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Beberapa crew Youthnesian 2014 sedang berfoto bersama
Beberapa crew Youthnesian 2014 sedang berfoto bersama

Youthnesian 2014 dihadiri oleh sekitar 1500 orang pemuda dari berbagai penjuru Indonesia. Acara ini juga menghadirkan pembicara-pembicara yang professional di bidangnya dan beberapa di antaranya merupakan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan isu kepemudaan. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk memperluas koneksi dan networking, serta menjadi tempat untuk belajar lebih banyak tentang bagaimana peran mereka sebagai anak muda dalam pembangunan, terutama dalam menghadapi agenda pembangunan pasca 2015 (post-2015 development agenda).

YOUTNESIAN3
Salah satu booth yang meramaikan Youth Fair “Youthnesian 2014”

Dalam Youthnesian 2014 terdapat 3 agenda acara, yaitu Youth Fair, Youth Hangout, dan Youth Concert. Youth Fair merupakan pameran yang diisi oleh boothbooth dari beberapa lembaga dan komunitas yang terkait dengan isu kepemudaan dan pembangunan. Youth Fair menjadi tempat bagi lembaga-lembaga dan komunitas-komunitas yang terlibat di dalamnya untuk memperlihatkan inisiatif apa saja yang telah dan akan mereka lakukan terkait dengan isu kepemudaan dan pembangunan. Youth Fair juga memfasilitasi para pengunjung yang hendak menyampaikan ide-ide dan kreativitas mereka, dengan menyediakan boothbooth tersendiri untuk para pengunjung mengambil foto selfie atau menuliskan harapannya untuk pemuda dan pembangunan Indonesia. Institusi dan organisasi/komunitas yang terlibat dalam Youth Fair ini antara lain adalah sebagai berikut: Jurnal Perempuan, Women Research Institute, Kelompok Peduli Remaja (KPR), PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia), Indonesian AIDS Coalition (IAC), ACFFest (Anti-Corruption Film Festival), The Road to Rights Indonesia, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Young Voices Indonesia, Buku untuk Papua, IYD (Indonesian Youth Diplomacy), Penpol (Pendidikan Politik) Muda Garut, Greeneration Indonesia, Young Leaders for Indonesia (YLI) Foundation, Adwindo (Asosiasi Duta Wisata Indonesia), UNICEF Indonesia, UNIC (United Nations Information Center), Indonesian Future Leaders (IFL), Ruangguru.com, PAMFLET dan Seperlima, Sinergi Muda dan Indonesia Youth Conference (IYC), UNALA, dan tentunya UNFPA Indonesia.

Peresmian pembukaan Youthnesian 2014 oleh Mr. Jose Ferraris, Ibu Nafsiah Mboi, Mr. David Hulse, dan Mr. Douglas Broderick
Peresmian pembukaan Youthnesian 2014 oleh Mr. Jose Ferraris, Ibu Nafsiah Mboi, Mr. David Hulse, dan Mr. Douglas Broderick

Youth Hangouts adalah sesi talkshow yang menghadirkan narasumber-narasumber hebat yang sudah ternama di bidangnya, di mana isu-isu terkait kepemudaan dapat dibahas secara terbuka dan melibatkan peran aktif peserta untuk menggali informasi dari para narasumber. Youth Hangouts ini dibagi menjadi 7 sesi, yaitu sebagai berikut :

  1. New Media & Technology : Youth Activism 2.0”, dimoderatori oleh Afra Suci Ramadhan (Koordinator Umum Perkumpulan PAMFLET) dan menghadirkan Arief Zulkifli (Editor In Chief TEMPO), Pangeran Siahaan (Co-Creator Provocative Proactive), dan Dimas Muharram (Co-Founder Kartunet) sebagai narasumber.
  2. Youth and Health : Innovation for Indonesia”, dimoderatori oleh Loveria Sekarrini dan menghadirkan Diah Saminarsih (President’s Special Envoy on MDG’s Office-Pencerah Nusantara), Rachel Arini Judhistan (Co-Coordinator AWID), dan Ayu Oktariani (AIDS Digital) sebagai narasumber.
  3. Youth and Economic Opportunity”, dimoderatori oleh Yosea Kurnianto (Jalan Pemimpin) dan menghadirkan Habibie Afsyah (Internet Marketer), Nadya Saib (Co-Founder Wangsa Jelita), dan Wisnu Aryo Setio (Co-Founder GOODISM Inc.) sebagai narasumber.
  4. Youth, Education, and Lifelong Learning”, dimoderatori oleh Sugit Sanjaya Arion (Pengajar Muda) dan menghadirkan Tuty Collyer (Head of YLI Foundation), Siddam Hasim (Young Voices Indonesia), dan Adamas Belva (Co-Founder Ruangguru.com & MPA-Harvard Candidate) sebagai narasumber.
  5. Environmental Sustainability”, dimoderatori oleh Andhyta Firselly Utami (World Research Institute) dan menghadirkan Bijaksana Junerosano (Greeneration Indonesia), Gracia Paramitha (UNEP Youth Advisor), dan Ariana Alisyahbana (Alumni University of California) sebagai narasumber.
  6.  “The Real Impact of Telling Stories”, dimoderatori oleh Athalia Soemarko (Aktivis Muda) dan menghadirkan Angkie Yudhistira (Penulis & Founder Thisable), Iwan Setyawan (Penulis Buku 9 Summers, 10 Autumns), Adhyatmika (Young Director) sebagai narasumber.
  7. Music and Social Change”, dimoderatori oleh Muhammad Iman Usman (Co-Founder Indonesian Future Leaders) dengan menghadirkan Ananda Sukarlan (Pianis), Maudy Ayunda (Musisi & Penyanyi), dan Vidi Aldiano (Musisi, Penyanyi & UNFPA Youth Advisory Panel) sebagai narasumber.
Bapak Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia saat menyampaikan solidarity message
Bapak Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia saat menyampaikan solidarity message

Selain ketujuh sesi tersebut, dalam Youth Hangouts juga terdapat beberapa sesi khusus. Sesi-sesi khusus yang dimaksud di sini adalah adanya penyampaian solidarity messages, penampilan tari tradisional Indonesia, pemutaran video message, dan pengumuman pemenang lomba jingle dan lomba elevator pitch video.  Adapun sesi-sesi khusus tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Penampilan tarian tradisional Jawa Timur dari perwakilan Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo).
  2. Video message dari Ahmad Alhendawi, UN Secretary General’s Envoy on Youth.
  3. Sesi pembuka “Youth at The Heart of Development” yang menghadirkan Jose Ferraris (UNFPA Indonesia Representative), Douglas Broderick (UN Resident Coordinator), dan David Hulse (Ford Foundation Representative) sebagai pembicara. Dalam sesi ini, mereka menyampaikan pidato pembukaan yang menyuratkan pesan tentang pentingnya peran pemuda dalam pembangunan Indonesia dan dunia di masa mendatang.
  4. Keynote speech yang disampaikan oleh Ibu Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
  5. One Minute to Change, merupakan kompetisi pembuatan elevator pitch video yang berdurasi 1 menit. Video yang dikompetisikan berisi ide-ide dari pemuda Indonesia yang akan disampaikan kepada Presiden Indonesia. Setelah melalui proses penjurian yang ketat, terpilihlah satu orang pemenang yang berasal dari Aceh. Sesi ini dibawakan oleh Angga Dwi Martha, Youth Advocate UNFPA Indonesia yang sekaligus menyerahkan hadiah kepada pemenang.
  6. Story Telling “A Tale from The East” yang dibawakan oleh Budhita Kismadi (Co-Creator Inspirit Innovative Circle). Dalam sesi ini ia membawakan cerita tentang kegiatan yang dilakukan oleh Inspirit Innovative Circle di 4 provinsi di wilayah timur Indonesia.
  7. Youth Traditional Culture and Local Wisdom” yang dibawakan oleh perwakilan Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo). Dalam sesi ini, mereka menampilkan tarian tradisional dari daerah Kalimantan Timur dan juga sedikit menjelaskan tentang kegiatan apa saja yang sudah mereka lakukan selama ini.
  8. Jingle Competition “65 Million Voices”, merupakan sebuah kompetisi pembuatan jingle yang di mana persyaratannya adalah peserta wajib menyertakan beberapa kata dalam jingle yang diciptakan olehnya. Beberapa kata yang wajib disertakan tersebut antara lain adalah Indonesia, anak muda, masa depan, dan mimpi.
  9. Investing In Young People. Sesi ini tadinya ditujukan untuk peluncuran sebuah buku yang berisi kisah-kisah inspiratif dari beberapa pemuda Indonesia dan juga dari para pemangku kepentingan yang terkait dengan bidang kepemudaan dan pembangunan. Namun karena satu dan lain hal, peluncuran buku tersebut tidak jadi dilakukan dan akhirnya diisi dengan sharing session yang dimoderatori oleh Faqih Aulia Akbar (Youth Advisory Panel UNFPA Indonesia). Yang menjadi narasumber dalam sesi ini adalah Angga Dwi Martha (Youth Advocate UNFPA Indonesia) dan Alanda Kariza (Board of Advisor Sinergi Muda).
  10. Solidarity Messages. Sesi ini merupakan sesi penyampaikan pesan dari pembicara special, yaitu beberapa tokoh nasional Indonesia, kepada pemuda Indonesia, terutama kepada 1.500 anak muda yang hadir dalam acara ini. Adapun tokoh-tokoh nasional yang menyampaikan solidarity message-nya adalah sebagai berikut :
  11. GKR Pembayun, Putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X.
  12. Natasha Ardiani (Indonesian Youth Diplomacy), yang mengusung tema “SDG’s: What Youth Can Do?”.
  13. Prof. Emil Salim, tokoh nasional Indonesia sekaligus Penasihat khusus Presiden Indonesia
  14. Hendry Satriago, CEO dari General Electric (GE) Indonesia.
  15. Heru Prasetyo, Kepala BP REDD+ Indonesia. Sayangnya, pada kesempatan ini beliau berhalangan hadir. Solidarity message dari beliau pun akhirnya dibacakan oleh salah satu perwakilan dari Youth Advisory Panel UNFPA Indonesia.
  16. Prof. Nila F. Moeloek (Utusan Khusus Presiden untuk MDG’s) yang mengusung tema “From MDG’s to Post 2015: Where Are We Now?”.
  17. Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Courtesy : Wowkeren.com
Raisa Andriana, Vidi Aldiano, dan Maudy Ayunda yang menjadi pengisi acara dalam Youth Concert “Youthnesian 2014”, Image Courtesy: Wowkeren.com

Dan agenda pamungkas dari acara Youthnesian 2014 ini adalah Youth Concert. Dalam Youth Concert ini, tiga penyanyi kenamaan Indonesia dihadirkan untuk memeriahkan acara. Ketiga penyanyi tersebut adalah Vidi Aldiano, Maudy Ayunda dan Raisa Andriana. Vidi Aldiano menjadi performer pertama dalam agenda Youth Concert ini. Yang menjadi kejutan adalah kemunculan Petra Sihombing yang tampil bersama dengan Vidi Aldiano menyanyikan lagu “Di Bawah langit Ibukota”. Petra Sihombing pada awalnya tidak masuk dalam daftar pengisi acara, namun Vidi Aldiano yang merupakan sahabatnya mendaulat Petra untuk tampil bersama dengan Vidi untuk menyanyikan lagu tersebut. Performer selanjutnya adalah Maudy Ayunda. Ia sukses membawakan beberapa lagu hits miliknya dan juga sempat membawakan lagu “Happy” milik Pharrel Williams yang diaransemen ulang. Dan akhirnya, Raisa Andriana pun didaulat menjadi performer yang menutup gelaran Youthnesian 2014. Beberapa lagu hits milik Raisa seperti LDR, Could It Be, Pemeran Utama, dan Serba Salah menjadi penghantar baginya untuk menutup gelaran Youthnesian ini dengan sukses. Ia pun sempat membawakan lagu milik penyanyi terkenal Adele yang berjudul “Rolling In The Deep” yang mendapatkan sambutan sangat meriah dari penonton yang memadati Nusa Indah Theatre, Balai Kartini.

Representatif UNFPA di Indonesia, Mr. Jose Ferraris mengatakan bahwa Youthnesian 2014 ini dirancang bukan hanya untuk mengumpulkan anak muda dari berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga untuk menyatukan mereka sengan para stakeholder yang nantinya diharapkan dapat membantu mendekatkan ‘jurang’ antara anak muda dengan para pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. “Acara seperti Youthnesian 2014 sangatlah penting, karena acara ini memungkinkan anak muda untuk berada dalam lini depan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, baik dalam lingkup nasional maupun skala internasional. Acara ini juga dapat menjadi sarana pengumpulan informasi dan perluasan jaringan untuk menjadi agen perubahan yang sebenarnya”, ujar beliau.

Alanda Kariza, yang menjadi salah satu pembicara dalam sesi Youth Hangouts pun menyampaikan pendapatnya terkait acara ini. Menurutnya, sangat penting sekali bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya untuk berinvestasi pada anak muda sebagai generasi yang akan menjadi pemimpin di masa depan. “Sebagai anak muda yang telah terlibat dalam berbagai isu kepemudaan selama lebih dari delapan tahun, saya telah menyaksikan betapa besar dampak yang diberikan oleh anak muda dalam kehidupan, baik melalui aktivitas dalam komunitas/organisasi mereka, melalui aspirasi kreatif, dan melalui passion mereka. Bisa saya katakana bahwa dampaknya sangat besar dan dapat mengubah hidup.”, ujarnya.

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

One response to “YOUTHNESIAN 2014: Investing In Young People

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *