sumber: www.aqiqahnikmat.com
sumber: www.aqiqahnikmat.com

Jiwa Kepemimpinan Dibutuhkan Sejak Dini

Bangsa ini seolah sedang dilanda badai krisis kepercayaan kepada negara, hal tersebut dikarenakan mereka memiliki para pemimpin yang belum mempunyai jiwa kepemimpinan maksimal. Keadaan tersebut semakin didukung dengan berbagai bentuk permasalahan, mulai dari penegakan hukum yang tidak tegas, para pemimipin yang mendahulukan kepentingannya, sampai korupsi yang bertebaran dimana-mana.

Padahal, sesungguhnya kita telah memiliki negara yang demokrasi yang seharusnya menyuarakan kepentingan rakyat. Namun jika dilihat keadaannya sampai saat ini, suara rakyat seolah hanya dijadikan sebagai angin yang berhembus. Para pemimpin kita justru sedang sibuk akan kepentingannya, kekuasaannya dijadikan sebagai ladang untuk mereka memperoleh keuntungan sendiri.

Pemimpin dan kepemimpinan merupakan sebuah bentuk interaksi bagaimana kita sebagai pemimpin dapat mendengarkan, menyampaikan, dan menyalurkan kepentingan bersama  dengan mereka yang kita pimpin. Selain interaksi yang baik, kita bisa memberikan pengaruh positif kepada mereka. Ketika semua berjalan dengan lancar, sebenarnya kita sudah bisa menjadi sebuah kelompok  yang maju.

Lalu bagaimana kita sebagai pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa menanggapinya?

Pemuda sesungguhnya calon generasi penerus bangsa yang baik, karena kita masih mau dan terus belajar, mempunyai ideologi yang matang, dan kita bisa membawa perubahan tersebut. Maka dari itu mulai dari sekarang seharusnya kita bisa belajar menjadi calon pemimpin, kita bisa mulai dari menjadi ketua kelas, mengikuti organisasi ( Pramuka, OSIS, BEM, dan lainnya ). Dengan menjadi pemimpin organisasi intra pendidikan tersebut, sesungguhnya kita bisa melatih jiwa kepemimpinan kita sejak dini. Sehingga di masa depan kita bisa menjadi pemimpin yang cakap dalam bisa mengatur negara dengan baik dan benar.

Youth, sesungguhnya negara yang maju adalah negara yang memiliki pemimpin yang bersih dan pro terhadap rakyat!