sumber: rumahpemilu.org
sumber: rumahpemilu.org

Gunakan Hak Pilih Kita untuk Memilih yang Terbaik

Seorang cendekiawan muslim mengatakan, negeri ini sedang berbenah diri. Ibarat sebuah rumah yang sedang direnovasi, kita yang tinggal di dalamnya tidak akan merasa nyaman dengan segala keriuhan proses renovasi.

Itulah yang sedang terjadi di negeri kita. Negeri kita sedang mengalami renovasi untuk menjadi sebuah negara yang lebih baik lagi. Oleh karenanya, janganlah heran jika banyak kasus korupsi yang terangkat di permukaan.

Kebusukan para pejabat semakin banyak terungkap, hal ini bukan berarti kondisi di negeri kita sudah semakin memburuk sehingga tak ada lagi orang yang bisa dipercaya untuk memimpin negeri ini. Justru sebaliknya, pemerintah dalam hal ini diwakili oleh aparat penegak hukum seperti KPK dan semacamnya sedang gencar membersihkan pejabat yang korup agar yang tersisa hanyalah pejabat yang bersih dan amanah dalam memimpin pemerintahan. Oleh karenanya, kita harus tetap optimis bahwa Indonesia akan menjadi lebih baik di masa depan.

Nah, sebagai pemuda kita juga bisa ikut berpartisipasi dalam renovasi yang sedang dilakukan negeri ini. Jangan hanya jadi penonton yang duduk diam melihat para aparat bertindak dalam pembersihan pejabat korup.

Mari kita lakukan tindakan.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan hak pilih kita dalam pemilu tanggal 9 April nanti. Karena menggunakan hak pilih kita bukan saja merupakan kesempatan untuk memilih orang-orang yang baik, namun juga menghindarkan negara kita dari terpilihnya orang-orang yang tidak baik.

So, jangan sampai golput. Karena golput itu menandakan bahwa kita sudah tidak mau lagi terlibat dalam pemerintahan, padahal di negara yang menganut sistem demokrasi seperti Indonesia, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Yaitu kita semua. Menggunakan hak pilih kita adalah salah satu cara untuk menegaskan bahwa kekuasaan untuk memilih wakil ada di tangan kita. Mereka yang golput tentunya merasa tidak memiliki kekuasaan atas berjalannya pemerintahan di negeri ini.

Istilah golput sebenarnya muncul pertamakali pada masa Orde Baru yakni pada pemilu tahun 1971, saat Arief Budiman–seorang tokoh pergerakan dari kaum pemuda–mengajak warga Indonesia untuk mencoblos area putih dalam kertas surat suara dimana banyak gambar partai.

Pada masa itu, jarang sekali orang yang enggan datang ke TPS karena ancaman rezim Orde Baru yang kejam. Sehingga mereka tetap datang ke TPS namun tidak mencoblos gambar partai dan memilih area putih tanpa gambar untuk dicoblos. Sehingga mereka ini disebut sebagai golongan putih.

Pada masa sekarang, istilah golput tidak hanya disematkan kepada orang yang datang ke TPS dan mencoblos area putih, tapi juga kepada mereka yang membiarkan surat suaranya kosong, mencoblos semua partai, bahkan istilah golput juga dipakai untuk orang yang tidak datang sama sekali ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

Tak jarang, orang yang memilih golput adalah mereka yang sama sekali tak memiliki pengetahuan tentang pemilu. Sehingga, implikasinya mereka jadi apatis dan tak mau berpartisipasi dalam pemilu untuk menggunakan hak pilihnya. Tentunya, kita sebagai pemuda harus bisa mencari tahu tentang seluk beluk pemilu dan apa pentingnya menggunakan hak suara kita. Agar kita tidak menjadi buta terhadap pemilu.

Nah, dalam rangka meningkatkan wawasan tentang pemilu di kalangan pemilih muda seperti kita, Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) bersama Rumahpemilu.org mengadakan Pekan Film Pemilu yang akan diadakan pada tanggal 5,7, dan 9 Maret di Taman Ismail Marzuki.

Di sini kita bisa menonton film-film bertema pemilu dari Indonesia dan mancanegara, juga memperkaya pengetahuan kita mengenai pemilu karena dalam acara ini juga diadakan diskusi mengenai Pemilu. So, jangan ragu untuk mendaftar ke twitter @perludem atau @rumahpemilu. Acaranya terbuka untuk umum dan gratis.

Menggunakan hak pilih kita untuk Indonesia yang lebih baik, dan agar yang terpilih menjadi wakil kita adalah orang-orang yang terbaik. So, jangan apatis dan jadi golput ya, youth! ^_^

Sharing is caring!
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someonePrint this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *